PERAN BAKOHUMAS SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT

kab-jombang.kpu.go.id–  KPU Jombang Ikuti Webinar yang bertema “Rabu Ingin Tau- BAKOHUMAS Sebagai Media Untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat” yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah pada hari Rabu (28/4). Kegiatan ini menghadirkan Prof Widodo Muktiyo selaku Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa sebagai narasumber.

4

Tidak bisa dipungkiri, Humas memiliki peran penting bagi suatu lembaga/institusi pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan informasi secara terbuka, cepat, dan akurat kepada masyarakat luas. KPU sebagai lembaga negara yang memilki tugas pokok dan fungsi penyelenggara Pemilu dan Pilkada, berkewajiban untuk menyampaikan informasi terkait seluruh tahapan kepada publik sebagai bentuk pertanggung jawaban. Bakohumas sendiri dibentuk mengacu pada Keputusan KPU Nomor 172/HM.02-Kpt/06/III/2021 tentang Badan Koordinasi Kehumasan KPU. Tujuan pembentukan Bakohumas ini yaitu untuk meningkatkan peran dan koordinasi kehumasan antara KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kab/Kota.

2

Dalam paparannya, Prof Widodo Muktiyo menyebut bahwa 12.8% Humas Pemerintah (GPR/ Government Public Relation) termasuk dalam humas yang paling tidak disukai publik karena pemberitaan yang normatif dan cenderung kurang menarik. Tidak lain, ini disebabkan kurangnya  SDM yang melek digital. “Kita masih kekurangan SDM yang bertalenta digital. Setiap tahun Indonesia paling tidak harus menambah 600.000 SDM yang bertalenta digital. Jangan sampai Bakohumas pemerintah kalah dengan humas swasta yang lebih parlente,” ujar Prof Widodo.

3

Lebih lanjut, Prof. Widodo menjelaskan jika di Era post truth ini, data dan kebenaran tidaklah penting, yang penting adalah narasi. Dengan narasi akan lebih mudah untuk mempengaruhi publik. Di sinilah pentingnya untuk mengembangkan narasi positif dalam pemberitaan di media. Namun perlu dicatat bahwa narasi tidak selamanya bersifat positif. Karena adanya narasi negatif dapat menyulut kebencian dan provokasi. “Inilah yang menjadi tantangan kita dalam menghadapi pilkada ke depan,” ujar Prof Widodo Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa.

5

Oleh karena itu, Prof Widodo berpesan kepada semua peserta webinar agar sebelum berbagi informasi harus berpikir dulu dan tidak tergesa-gesa, baper atau bahkan emosional saat mendapat berita yang tak jelas sumbernya. “Digital knowledge itu sangat penting, KPU perlu membangun kecerdasan berpolitik yang perlu dilakukan dengan membangun wawasan kebangsaan. Caranya dengan menggunakan bahasa, simbol-simbol, dialek, dan ilustrasi yang ada di gambaran virtual” pungkasnya, dalam webinar tersebut diikuti oleh dua staf KPU Kabupaten Jombang Burhani Agus Sukmana melalui aplilakasi zoom meeting dan Nila Wilujeng melalui you tube (ag/nl/hupmas).

1

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *