KPU Jombang Ikuti Webinar Peluang dan Tantangan Perempuan di Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024

kab-jombang.kpu.go.id- Rabu (21/4) KPU Jombang ikuti webinar yang diselenggerakan oleh KPU Kota Bogor yang bertema Peluang dan Tantangan Perempuan di Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Acara ini dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Webinar ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Bogor, Yana Ardian. Dalam sambutannya, Yana menyampaikan bahwa peran aktif perempuan dalam perpolitikan masih minim. Hal ini dikarenakan tingkat pendidikan perempuan. “Masih banyak perempuan yang belum berani mengungkapkan pendapatnya di muka publik” ungkap Yana Ardian.

1

Selanjutnya Khoirunnisa Nur Agustyati, Direktur Perludem menjelaskan bahwa Demokrasi tanpa perempuan itu tidak bisa dikatakan demokrasi penuh. Ketika perempuan masuk ke dalam ranah pengambil kebijakan maka akan ada kebijakan yang lebih ramah terhadap perempuan. Khoirunnisa memberikan contoh kebijakan yang ramah perempuan seperti adanya ruang laktasi di setiap kantor, dan adanya waktu untuk daycare bagi yang memiliki bayi. “Nggak bisa dipungkiri saat ini masih terjadi diskriminasi terhadap perempuan. Bentuk diskriminasi perempuan dapat berupa marjinalisasi, kekerasan, subordinasi, stereotype, dan beban ganda“ ujar Teh Ninis, panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, Atty Somaddikarya, Sekretaris DPC Kota Bogor menjelasan bahwa hadirnya perempuan dalam politik menunjukkan sebuah negara telah menjalankan demokrasi yang utuh. “Untuk mengalahkan laki-laki, perempuan mempunyai kodrat yang tidak bisa dibantah. Contohnya, caleg perempuan harus memiliki izin dari suami sehingga ruang publik masih terbatas, sementara ruang gerak caleg laki-laki lebih bebas dan memiliki banyak waktu” ungkap Ceu Atty.

2

Samsudin Ketua KPU Kota Bogor menambahkan bahwa ada tiga strategi yang dapat dilakukan agar perempuan menjadi pemilih rasional. Yang pertama edukasi, dilakukan melalui majelis ta’lim. Kedua sosialisasi, KPU harus mensosialisasikan semua caleg yang ada di DCT melalui spanduk yang ada di kecamatan. Yang ketiga, sinergi, KPU tidak bisa menjadi lembaga tunggal sehingga membutuhkan sinergi dengan semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran bersama. “Dengan begitu, hasilnya kita akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas”, pungkas Ketua KPU Kota Bogor.

3

Dalam closing statement-nya, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yana Ardian menyimpulkan bahwa pintu informasi harus dibuka secara utuh, apalagi dalam kondisi pandemi di mana kampanye hanya dilakukan secara daring dan melalui pertemuan terbatas. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu karena tidak semua masyarakat mendapatkan  akses informasi. ( nl/Hupmas)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *