KPU Jombang Mengikuti Webinar Internasional Tentang Penerapan Daftar Pemilih Berkelanjutan

kab-jombang.kpu.go.id- KPU Jombang  mengikuti webinar internasional tentang penerapan daftar pemilih berkelanjutan  yang diselenggarakan oleh KPU RI yang bekerjasama dengan Network for Democracy And Electoral Integrity (NETGRIT).Sebagaimana  surat undangan dari KPU RI Nomor 231/TIK.02-SD/01/KPU/III/2021 perihal himbauan mengikuti webinar, KPU Jombang melalui Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Abd Wadud Burhan Abadi serta Operator Sidalih Samsul huda serta staf lainya mengikuti Webinar Internasional, Kamis (18/3).

webinar internasional dpt berkelanjutan

Webinar Internasional sendiri di  moderatori Hadar Nafis Gumay Peneliti Senior NETGRIT. Acara tersebut dibuka oleh Ahmad Doli Kurnia Tanjung Ketua Komisi II DPR, yang juga memberikan sambutan pertama. Setelah itu disampaikan sambutan kedua oleh Plt. Ketua KPU RI Ilham Saputra yang juga bertindak selaku narasumber.

webinar internasional dpt berkelanjutan.jpeg 2

Narasumber pertama Carlos Navarro yang merupakan Direktur Studi dan Proyek Internasional, National Electoral Institute (INE), Mexico, menyampaikan bahwa di Negara Meksiko yang berbentuk Federal, sejak tahun 90an sudah menerapkan daftar pemilih berkelanjutan. Dimana untuk memahami sistem pendaftaran data pemilih, ada dua komponen yang sangat penting yaitu (1) masyarakat harus terdaftar dan (2) harus memiliki kartu pemilih, untuk menggunakan hak pilih mereka.

webinar internasional dpt berkelanjutan.jpeg 4

Selanjutnya narasumber Luie Tito F. Guia mengungkapkan untuk di Negara Filipina sistem pendaftaran berkelanjutan mulai diterapkan mulai tahun 1996 dan sudah ditetapkan melalui RA atau UU 8189 serta sudah menerapkan identifikasi biometrik berupa sidikjari.

webinar internasional dpt berkelanjutan.jpeg 3

Berikutnya narasumber Steve Chanham selaku ahli pendaftaran pemilih dari The International Foundation for Electoral Systems (IFES) mengamati bahwa di negara Thailand ada dua jenis pendaftaran pemilih yaitu aktif dan pasif. Dimana pendaftaran pemilih aktif mengajak pemilih untuk aktif mengupdate data mereka dan pendaftaran pemilih pasif yaitu menyampaikan update data melalui instansi pemerintah. Steve juga mengamati di negara Bosnia dan Hergezovina masih menggunakan pendaftaran pemilih pasif, sedangkan di Negara Australia sudah menggunakan pendaftaran pemilih aktif dimana jika ada perubahan alamat warga diminta segera melapor utk merubahnya krn jika tidak dilaporkan maka akan dikenakan sanksi berupa denda.

webinar internasional dpt berkelanjutan.jpeg 7

Komisioner KPU RI, Viryan Azis menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri telah menerapkan daftar pemilih berkelanjutan. “Di Indonesia pemilih juga dapat mengakses data dirinya pada situs website dan juga aplikasi yang sudah disiapkan oleh KPU RI,” lanjut Viryan. (ag/hupmas).

webinar internasional dpt berkelanjutan.jpeg 5

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *