KPU Jombang-Konjen AS Surabaya Diskusi Tata kelola Pemilu

8 ok.png k

kab-jombang.kpu.go.id. Sistem pemilihan umum merupakan metode yang mengatur serta memilih para pemimpin maupun wakil rakyat di suatu Negara. Tentu, setiap Negara memiliki tata cara sendiri terkait pelaksanaan pemilu. Atas dasar ini KPU Jombang mengajak Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya untuk berdisukusi mengenai tata kelola pemilu di dua Negara tersebut.
dpt berkelanjutan.jpg 1

“Perbedaan sistem pemilu antara Indonesia dan Amerika ini menarik untuk diperbincangkan. Apalagi, demokrasi di Amerika dinilai sudah sangat bagus. Tentu, selain untuk menambah wawasan kita sebagai penyelenggara pemilu, melalui diskusi ini kami berharap demokrasi di Indonesia semakin baik dan berpihak untuk kepentingan rakyat,” ujar Ketua KPU Jombang Athoillah beberapa waktu lalu.

8 ok.png k - Copy.png crop

Kegiatan Zoom Meeting didibuka Ketua KPU Jombang dan  dimoderatori oleh Rita Darmawati, Komisioner KPU Divisi Parmas Sosdiklih. Sementara, sebagai narasumber adalah Mr Dylan Hoey. Selama satu jam lebih, Wakil Kepala Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya ini berbicara mengenai sistem pemilu di Amerika.

6 ok.png k

Menurut Mr Dylan, pemilu dipandang sebagai tolok ukur demokrasi. Di Amerika, terang dia, pemilihan digelar pada setiap tahun genap di wilayah federal dan sebagian besar negara bagian serta lokal untuk berbagai jabatan pemerintahan di AS. Beberapa negara bagian dan wilayah lokal, lanjutnya, mengadakan pemilihan setiap tahun ganjil.

14ok.png k

“Setiap empat tahun, warga Amerika memilih seorang presiden dan wakilnya. Sedangkan setiap dua tahun, warga Amerika memilih 435 anggota DPR AS dan kira-kira sepertiga dari 100 anggota Senat Amerika Serikat. Masa bakti setiap senator enam tahun. Untuk syarat calon anggota Dewan Perwakilan (Kongres), anggota Senat dan calon presiden minimal berumur 35 tahun. Mereka tinggal di Amerika Serikat setidaknya selama 14 tahun, dan seorang warga negara yang lahir di Amerika Serikat. Untuk wakil presiden ditambahkan tidak boleh berasal dari negara bagian yang sama dengan presiden,” terang Dylan.

13ok.png k

Dylan juga menjelaskan tentang Electoral College seperti yang ditanyakan oleh Kasubag KUL KPU Jombang Heri Subagyo. Dikatakan, Electoral College merupakan sekelompok orang yang disebut “pemilih,” yang dipilih oleh para pemilih di setiap negara bagian. Mereka secara resmi memilih presiden dan wakil presiden. Mereka memberikan suara mereka pada bulan Desember, setelah pemilihan umum.

5 ok.png k

“538 pemilih di Electoral College,  435 berdasarkan kursi di DPR, 100 berdasarkan kursi di Senat, 3 untuk District of Columbia. 270 suara elektoral dibutuhkan untuk memenangkan pemilihan presiden. Mengapa Electoral College? Konstitusi AS menginginkan sistem yang menyeimbangkan kepentingan negara bagian dan rakyat Amerika,” Tegas Dylan

4 ok.png k

Peserta yang dari KPU Kab/Kota lain begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terbukti banyak  mengajukan pertanyaan. Diantara pertanyaannya yaitu mengelola Pemilu di AS selama pandemi Covid-19, pertimbangan bagi para penyelengara dalam partisipasi masyarakat. Peserta dari KPU Magetan terkait sengketa pemilu, dari KPU Bondowoso terkait netralitas penyelengara, ASN dan money politik.  Marlina dari KPU Kota Batu terkait regulasi tata Kelola pemilu di AS.

3 ok.png k

Kemudian sistem  electoral college, yakni seorang calon presiden Amerika Serikat yang mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat belum tentu memenangkan pemilihan presiden. Sedangkan Puji dari KPU Nganjuk terkait penyelenggara pemilu di AS. Semua pertanyaan dijawab tuntas dan lengkap oleh narasumber dari U.S. Consulate General.

4 ok.png k

“Ketika warga negara AS menggunakan hak pilih di TPS dan suara pemilih dikonversi menjadi kursi, sistem electoral college menjadi penentu pada pemilihan presiden Amerika. Tugas utama anggota electoral college adalah memilih presiden dan wakil presiden. Anggota electoral college dicalonkan oleh partai politik di tingkat negara bagian. Tentang sengketa pemilu bisa diajukan apabila selisih suara sangat sedikit,” jawab Dylan

WEBINAR DG KONJEN.jpg k

Dylan berharap setelah  kegiatan ini bisa berbagi ilmu terkait Pemilu. Bisa ke U.S. Consulate General Surabaya. Sebaliknya, jika situasi sudah normal, pihaknya bakal berkunjung ke KPU Jombang. Dia juga mengapresiasi penyelengaraan Pilkada 9 Desember 2020 “Di tengah pandemi Covid-19, menjadi momentum melahirkan pemimpin yang demokratis,” pungkas pria berkacamata minus ini.(ag/as/Hupmas)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *