Pemilih Difabel Jadi Penelitian Universitas Brawijaya malang

kpu-jombangkab.go.id. KPU Kabupaten  Jombang bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang   dalam penelitian pemilih difabel dengan penyerahan data partisipasi pemilu 2019 sebagai bahan penelitian partisipasi masyarakat khusus pemilih difabel pada pemilu 2019,Senin (3/2).

penelitian brawijaya

Diketahui bahwa peneliti Universitas Brawijaya Malang  menyadari bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama dengan mereka yang normal sebagai upaya keadilan yang berkeadilan bagi masyarakat difabel”. Dari tema penelitian tersebut sebagai Inovasi layanan hukum bagi kaum difabel yang memiliki hak  sama dengan mereka yang normal,” Ujar Muhammad Dahlan.

Sementara KPU Jombang memberikan data-data pemilih difabel, prosentase kehadiran dan bagaimana KPU Jombang  dalam memberikan layanan atau fasilitasi terhadap pemilih difabel pada pemilu serentak  2019

Muhammad Dahlan,SH,MH, salah satu Dosen Universitas Brawijaya Malang  menyatakan sangat tertarik dengan kelompok difabel ini karena menurut pandangannya bahwa kelompok ini sangat membutuhkan perhatian dan pelayanan khusus, mereka memiliki hak yang sama sebagai Warga Negara Indonesia, memiliki kedudukan yang sama di mata Hukum. Sementara ini tampaknya masih sangat minim kelompok difabel yang bersedia menggunakan haknya dalam ranah public, dan masih ada sebagian masyarakat yang terkadang masih memandang sebelah mata. “kami ingin mengangkat problematika kelompok difabel ini dalam sebuah penelitian ilmiah  yang nantinya karya ilmiah ini bisa mendapat perhatian semua pihak, khususnya penyelengara pemilu dalam melaksanakan sosialisasi pada  pemilih difabel yang tepat sasaran dan hasil penelitian tersebut akan di presentasikan di salah satu universitas di Australia,” Ujarnya dengan pernuh semangat.

penelitian brawijaya.jpeg 1

Rita Damayanti , Divisi SDM dan Parmas memberi apresiasi  pada Universitas Brawijaya Malang  yang ikut peduli terhadap keberadaan kelompok difabel. Apalagi saat pemilu serentak 2019 kemarin, KPU menggalakkan program Pemilu akses, dimana dalam program ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan akses kepada pemilih difabel. “fasilitasi pemilih difabel untuk memastikan terciptanya ruang yang cukup bagi penyandang disabilitas dalam menggunakan hak politiknya. Undang-Undang Pemilu dan Peraturan KPU telah memberikan jaminan dan perlindungan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam menggunakan hak pilihnya. “Ujar Rita D.

Pertemuan tersebut dihadiri pihak dosen Universitas Brawijaya dengan Ketua KPU Jombang Athoillah dengan didampingi Rita damayantibersama kasubag teknis Deni laksono dan Staf teknis Burhani agus S, yang di  dilaksanakan di fakultas hukum Universitas Brawijaya Malang  Jl. Veteran Kota Malang ( Hupmas/ag)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *