Harapkan Kaderisasi Anggota Badan Ad Hoc  

 

kaderisasai

Moch. Fatoni saat diwawancari wartawan

Kpu-jombangkab.go.id- Terbitnya Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2017 yang mengatur tentang tata kerja KPU (secara berjenjang) dan Badan Adhoc (PPK, PPS, dan KPPS) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota, menetapkan syarat baru usia minimal 17 tahun bagi Calon Anggota Badan Ad Hoc. Adanya peraturan baru tersebut bermakna kaderisasi keanggotaan yang akan memunculkan wajah-wajah baru dan muda usia, atau di bawah usia 40 tahun. Demikian dijelaskan oleh Mochamad Fatoni, Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat kepada wartawan, Minggu (15/10).

Fatoni menjelaskan, sudah ada lebih dari 70 pelamar yang memasukkan berkas. Mereka mendapatkan formulir pendaftaran sebagian besar dari website resmi kpu: www.kpu-jombangkab.go.id. “Kami perkirakan menjelang tiga hari menjelang penutupan pendaftaran atau tanggal 19-21 Oktober, jumlah pelamar meningkat pesat apalagi dengan keluarnya Surat Edaran KPU RI Nomor : 183/KPU/IV/2015 Tanggal 27 April 2015 Perihal Penjelasan Anggota PPK PPS KPPS belum pernah menjabat dua kali, sehingga peluang wajah-wajah baru calon Anggota Badan Ad Hoc makin besar,” ujar mantan Anggota Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kabupaten Jombang, beberapa tahun silam, kepada wartawan televisi dan media cetak yang mewawancarainya.

Terkait persyaratan yang harus dipenuhi pelamar, persyaratan lebih mudah dan praktis. Jika pada periode pemilu sebelumnya pelamar wajib menyertakan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dan Surat Keterangan dari Pengadilan yang menyatakan tidak pernah dipidana penjara 5 tahun atau lebih. Sekarang, pelamar cukup tanda tangan di atas materai Rp 6.000, surat pernyataan tidak pernah dipidana penjara 5 tahun atau lebih, bebas narkoba, tidak pernah diberi sanksi pemberhentian dari KPU sebagai Anggota Badan Ad Hoc, dan tidak menjadi Anggota Partai Politik dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

“Kami berharap dukungan dari semua pihak, terutama untuk Calon Anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) di tingkat desa untuk ikut mencari kader-kader baru. Saya piker tidak ada alasan untuk sulit mendapatkan bibit-bibit baru sebagai Anggota PPS, apalagi dengan syarat usia hanya 17 tahun,” imbuh Fatoni. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *