KPU Harus Paham Sistem Pemilu

PAK-ANAM

Choirul Anam Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Provinsi Jawa Timur

 

 

kpu-jombangkab.go.id Persiapan Pemilihan Umum 2019 mendorong kesiapan KPU, salah satunya dengan penetapan metode penghitungan suara yang merupakan variabel utama dari sistem pemilu. Metode penghitungan suara bertugas untuk mengkonversi jumlah suara perolehan partai dalam pemilu menjadi kursi di parlemen.

Choirul Anam selaku Komisioner yang memimpin Divisi Perencanaan dan Data KPU Propinsi Jawa Timur dalam rapat koordinasi dan penyuluhan peraturan KPU di Kota Malang menjelaskan bahwa metode penghitungan suara setidaknya berpengaruh pada tiga hal yakni derajat proporsional suara, jumlah perolehan kursi partai politik dan sistem kepartaian.

“Saya sudah mencoba mensimulasikan kasus tentang metode penghitungan konversi suara dengan saint lague dan kuota hare. Untuk kedepannya KPU Kabupaten/Kota harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang sistem pemilu, baik secara teori maupun praktiknya. ” jelas Anam di depan peserta Rakor, Rabu (09/08).

Disamping membahas metode konversi suara, Anam juga membahas dinamika Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang masih menjadi polemik hingga saat ini. “Sebagaimana peraturan KPU dijelaskan bahwa penetapan DPT mengacu pada pemilu terakhir, namun hal ini masih menjadi tanda tanya. Ada sebagian daerah yang melaksanakan Pilkada di tahun 2017 kemarin, namun ada sebagian daerah yang tidak melaksanakan Pilkada. Sehingga penetapan DPT ini mengacu pada Pilkada 2017 untuk yang melaksanakan pemilu terakhir di 2017 atau mengacu pada Pilkada 2015 untuk yang melaksanakan pemilu terakhir di tahun 2015. Oleh karena itu, KPU harus mencari dokumen penetapan DPT yang tepat sebagai dasar payung hukum pada pelaksanaan Pilkada 2018 nanti,” tambah Anam (anjar)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *