RPP Gusdur Bak Museum Pemilu

IMG_2469

Triyuli Astutik. Mantan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sumobito saat kunjungi RPP Gusdur, Rabu (7/7)

kpu-jombangkab.go.id– Menemukan foto dirinya ada dalam deretan etalase foto di ruang audio visual Rumah Pintar Pemilu – Gubuk Sosialiasasi Demokrasi Untuk Rakyat (RPP Gusdur) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, senyum sumringah tersungging di bibir Triyuli Astutik. Mantan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sumobito tersebut buru-buru mendekatkan pigura foto agar ia lebih jelas melihat fotonya saat mendaftar sebagai anggota PPK untuk Pemilu Bupati Jombang Tahun 2013 silam.
Deretan foto yang terbingkai dalam pigura dan terpajang di atas lemari etalase ruang audio visual RPP Gusdur tersebut, ia cermati satu persatu, saat sambang pada Rabu (5/7). Sesekali Yuli, sapaan akrabnya, menunjuk foto yang menarik sembari berceloteh menceritakan suatu hal terkait foto tersebut.
“Seperti datang ke museum pemilu ini, semua dokumentasi penyelenggaraan pemilu ada di RPP dan desainnya bagus seperti kafe kekinian,” ujar Yuli.
Yulipun berkisah tentang pengalamannya sejak tahun 2008 menjadi anggota PPK Sumobito dari kisah yang menyenangkan hingga kisah yang menegangkan. Sukanya menjadi anggota PPK itu banyak manfaatnya selain mendapat ilmu juga mendapat teman-teman baru karena Yuli senang bergaul dengan banyak kalangan.
Kisah dukanya, menurut Yuli sih, nyaris tidak ada karena baginya dianggap sebagai sebuah tantangan. Pulang larut malam bahkan menjelang pagi saat rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan sampai tingkat KPU Kabupaten, ia jalani dengan senang hati. Bahkan tatkala harus menghadapi galaknya seorang caleg yang memprotes selisih suara miliknya saat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan, ia hadapi bersama anggota PPK lainnya dengan tenang.
“Jika prosedurnya dijalankan dengan benar, ada protes apapun biasa saja tinggal melakukan prosedur yang benar misalnya meneliti kembali form C1 sebagai bukti rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS. Nah di situlah ketahuan ada kelalaian tidak sengaja dari KPPS karena anggota KPPS-nya mungkin kelelahan,” ujar Yuli yang alumnis FISIP Universitas Merdeka Malang ini.
Sebenarnya untuk perekrutan anggota PPK dan PPS Kabupaten Jombang pada perhelatan Pemilukada Serentak 2018, Yuli berniat mendaftarkan diri lagi. Karena terkendala kebijakan KPU yang membatasi masa jabatan 2 (dua) periode kepemiluanlah yang membuatnya urung mendaftar.
Yuli berpesan khususnya kepada adik-adik mahasiswa atau yang fresh graduated dan sudah cukup usia (25 tahun) untuk mendaftarkan diri menjadi anggota PPK atau PPS. Karena manfaatnya sangat banyak sekali terutama menimba pengalaman bekerja langsung untuk masyarakat banyak.
“Belajarnya salah satu caranya bisa lewat RPP Gusdur ini nanti bisa bertanya dan mendapat banyak informasi tentang penyelenggaraan pemilu,” pungkas Yuli. (dyta)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *